Noviemi Nina Dewanty Pandia

Noviemi Nina Dewanty Pandia

Selasa, 21 Desember 2010

.*.sebuah puisi untuk Mommy.*.

(28 Juli 1964 → 28 Juli 2010)

Hitungan 46 tahun, tapi berjalan kurang dari 5 tahun.
5 tahun tanpa kecupan dan binar tawa riang.

Mommy, dihari kelahiranmu ini tiada lagi kejutan kecil dari kami untuk melihat senyummu.
Yang tersisa hanya kenangan dalam derai air mata.

Mommy, aku rindu nyanyian manjamu untuk masa kecilku,
Aku rindu belaian lembutmu yang menjemput lelapku,
Aku rindu nada amarahmu ditiap tingkah nakalku,
Dan aku merindukan namaku yang selalu kau sebut ditiap doa tidurmu.

Selamat Ulang Tahun, Mommy.
Biarlah kenangan ini menjadi selimut hangatmu disana.
Tangisan ini hanya sebuah ukiran sayangku padamu.
Lewat gambarmu kukirimkan kecupan rindu milikku.
Dan kuyakin, Tuhan memberimu tempat diSurga yang harus kubayar lewat rekening doa-doa untukNya.
Karna kutahu, Tuhan mengerti maksud kepergianmu.

Tiada lagi benci untukmu, hanya ada cinta ditiap kenanganku bersamamu.
Ijinkan aku membalas tiap doamu, dengan sebuah doa kecilku dan tanpa air mata.

I Love you, Mom. . .

Tidak ada komentar: