Noviemi Nina Dewanty Pandia

Noviemi Nina Dewanty Pandia

Selasa, 31 Juli 2012

Baru 7 Tahun

Hariku lain saat aku sadar kau berpaling tak lagi denganku.
Hatiku berguncang, tapi suaraku terbenam.
Aku sadar, tapi terlalu takut membuka mata.
Hari-hari itu baru berlalu, dan bagiku serasa 77 tahun sudah menganggu hidupku.

Baru 7 tahun, dan aku sanggup menyembunyikan rasa kehilanganmu.
Harusnya hari itu aku ikut, bukan hanya menangis takut.
Harusnya jika ingin pergi, 7 tahun lalu kau harus permisi padaku.
Kau meninggalkanku, kau pikir apa aku tidak kehilangan?!

Tega, aku sudah hancur...
Rasanya tak sanggup membuka mata, terlalu takut menutupnya lagi.
Kenangan itu, lagi lagi dan lagi...
Bukan hanya sekedar kumpulan gambar, tapi cerita.

Aku menangis, tak mengerti bagian mana yang kutangisi.
Harusnya saat itu, ada waktu satu menit saja,
Aku ingin mengulang semuanya, pada tempatnya.
Tolong aku, dengarkan aku..
Aku mohon, JANGAN PERGI....!!!

Sabtu, 28 Juli 2012

48 Tahun - 2005

Mom, tadi aku berada ditempat dimana pertama kali aku menjadi seorang Kakak.
Mengingat suara tangisan adik bayiku dari luar ruangan, saat aku berdebat dengan Daddy tentang taruhan apakah adikku lelaki atau perempun dan aku pemenangnya.
Mam, sekilas kenangan itu membuat pipiku basah.

Mom, hari ini ulang tahunmu kan, Mom??
Terkadang sakit rasanya kalau aku mengingat kau sudah tak ada lagi.
Terkadang aku lupa kalau aku pernah merasa kehilangan.
Aku kira saat itu, adalah hari yang paling menyedihkan bagiku.

Melihat petimu ditutup, aku rasa harusnya aku ikut saja.
Tapi sekarang aku sadar, hari itu adalah permulaan.
Kesedihanku hanya NOL, esoknya menjadi 1, lusa bertambah menjadi 2, kemudian 3, 5, 10 dan bertambah terus sampai sekarang tak terhingga.
Setelah itu aku kacau, bahkan anak lelakimu seperti tak terurus.

Saat itu aku sangat membenci Daddy yang terlihat biasa saja.
Dia masih bisa hidup dengan tenangnya, dan aku benar-benar membencinya.
Setelah semua kujalani, aku mengutuki kehidupanku.
Tapi jauh dari itu semua rasa benciku terhadapmu lebih-lebih melebihinya.

Seiring berjalannya waktu, aku meraba arti dewasa.
Aku tak bisa jauh menyelami hatinya dengan kasat mataku.
Tapi aku percaya jauh dilubuk hatinya, masih ada nama Mommy terukir.
dan ketegaran yang dimiliki Daddy semata-mata hanya untuk kami anaknya.

Mommy, kenangan itu tidak selalu diingat, hanya sesekali dikenang.
Dan aku Mom, biarlah aku berjalan memilih kehidupanku.
Bukan maksud membuang semua satu-persatu, tapi memperbaiki satu demi satu.
Bila ini yang disebut takdir, maka inilah yang terbaik.

28 Juli 2012,
Happy Birthday, Mom.
Kau selalu dihati.