Noviemi Nina Dewanty Pandia

Noviemi Nina Dewanty Pandia

Sabtu, 28 Juli 2012

48 Tahun - 2005

Mom, tadi aku berada ditempat dimana pertama kali aku menjadi seorang Kakak.
Mengingat suara tangisan adik bayiku dari luar ruangan, saat aku berdebat dengan Daddy tentang taruhan apakah adikku lelaki atau perempun dan aku pemenangnya.
Mam, sekilas kenangan itu membuat pipiku basah.

Mom, hari ini ulang tahunmu kan, Mom??
Terkadang sakit rasanya kalau aku mengingat kau sudah tak ada lagi.
Terkadang aku lupa kalau aku pernah merasa kehilangan.
Aku kira saat itu, adalah hari yang paling menyedihkan bagiku.

Melihat petimu ditutup, aku rasa harusnya aku ikut saja.
Tapi sekarang aku sadar, hari itu adalah permulaan.
Kesedihanku hanya NOL, esoknya menjadi 1, lusa bertambah menjadi 2, kemudian 3, 5, 10 dan bertambah terus sampai sekarang tak terhingga.
Setelah itu aku kacau, bahkan anak lelakimu seperti tak terurus.

Saat itu aku sangat membenci Daddy yang terlihat biasa saja.
Dia masih bisa hidup dengan tenangnya, dan aku benar-benar membencinya.
Setelah semua kujalani, aku mengutuki kehidupanku.
Tapi jauh dari itu semua rasa benciku terhadapmu lebih-lebih melebihinya.

Seiring berjalannya waktu, aku meraba arti dewasa.
Aku tak bisa jauh menyelami hatinya dengan kasat mataku.
Tapi aku percaya jauh dilubuk hatinya, masih ada nama Mommy terukir.
dan ketegaran yang dimiliki Daddy semata-mata hanya untuk kami anaknya.

Mommy, kenangan itu tidak selalu diingat, hanya sesekali dikenang.
Dan aku Mom, biarlah aku berjalan memilih kehidupanku.
Bukan maksud membuang semua satu-persatu, tapi memperbaiki satu demi satu.
Bila ini yang disebut takdir, maka inilah yang terbaik.

28 Juli 2012,
Happy Birthday, Mom.
Kau selalu dihati.

Tidak ada komentar: