Kau terlalu indah, hingga aku tak sanggup berpaling.Senyum yang terhias, seolah menyihir kesadaranku.
Aku tertegun dalam waktuku.
Suara adalah lagu, dan namamu nyanyianku.
Tatapan, paras, senyum, dan kumis tipismu, menghantui kesendirianku.
Detik, hari, tahun,
Ratusan, Ribuan, bahkan jutaan berulang namamu kusebut.
Terlalu sulit dilupakan hingga selalu terucap.
Bukan karna ku gadis pemalu,
bahkan menjunjung harga timur.
Mungkin hanya seorang pengecut, sekedar tulisan setengah reaksi.
Aku belum mampu melupakan semua tentangmu.
Maka rasa ini terlihat mati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar