Lelah sudah badan menapak,
Mengukur jalan tetap ditempat,
Berusaha lari, setia pada belanga.
Jauh, letih terdiam pada keadaan.
Keangkuhan tetap pada tempatya,
Hanya keberadaan mengatur posisi gerak.
Ruang lingkup semak, berukar jalang berserakan.
Aku jenuh, MUAK menghitung hari.
Separuh tanggal terlewat, bahkan hari terlupa.
Setiap hari hanya bercumbu pada ketajaman,
Bersama api saat mata terbuka, kemudian menutupnya dengan limbah air mata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar