Noviemi Nina Dewanty Pandia

Noviemi Nina Dewanty Pandia

Kamis, 22 September 2011

SUDAH...!!!

 Aku datang, pada tempat dimana berawal.
Diam, berlari dengan tetesan keringat bersepuh pelapis bedak wanita.
Kupandangi semua, mengingat, mengulang dan berharap.
Barisan kalimat ditanganku hanya berlukis wajahmu,
Yach, kau datang melewati bahagian kiriku.
Aku dibelakangmu SUDAH...!!!

Tak ada yang berubah, semua sama.
Punggungmu, suaramu, bau kulitmu,
Tanpa kau sadari aku dibelakangmu SUDAH...!!!
Matamu, hidungmu, senyummu, wajahmu tak berubah.
Kau dihadapanku SUDAH...!!!

Aku SUDAH merasakan lapisan epidermis teratasmu,
Ditempat ini dalam kebisuan jutaan jendela dunia,
Seakan tak ingin aku melepasnya, Hangat...
Langkah tak berarah, menepi ditempat kedua.
Sama dengan suasana berbeda, tetap kau didepanku.

Melihatmu, saat ini cukup SUDAH...!!!
Berharap sedikit berlebih, hanya berharap tapi cukup SUDAH...!!!
Dan mata ini tak bosan, tapi tetap saja tak bertahan lama menantang tatapanmu.
Bukan malu, tapi jantung kepunyaanku lemah melawan detakannya.

Pertama yang kucari, itu SUDAH...!!!
Terima kasih SUDAH menyentuh tanganku, Hangat...
Seperti hatiku menenangkan elusan jantung yang mengamuk.
Sakit, tapi SUDAH...!!!

Teman?! TIDAK...!!!
Bukan Musuh, bukan Teman, bukan Pacar.
Hari ini mungkin yang terakhir, Mantan SUDAH...!!!
Bertanya sekedar mencari, menemukan.
Bertanya dan jawabannya harus SUDAH...!!!

Seperti naik paling teratas dari atas ribuan kaki yang pernah kuhadapi, kemudian jatuh menghantam tanah.
Rasanya seperti itu SUDAH...!!!
SAKIT...!!!

Pergi, tinggalkan aku sendiri...!!!
Dan aku kembali pada awal berawal.
Mengingat kembali, mengoreksi celah pada tempatnya.
Mengulas lalu diawal pertama mata terlihat, terakhir kaki berpijak.
Awal untuk akhir, berawal dan berakhir ditempat ini sama SUDAH...!!!


Tidak ada komentar: