Disini ada luka tak
terlihat, tapi perih terasa.
Lukanya dalam, melumpuhkan seluruh sistem saraf utama.
Lukanya dalam, melumpuhkan seluruh sistem saraf utama.
Melemahkan kehidupan
yang harusnya kulupakan...!!!
Disini ada luka,
membekas tak mengering.
Bertambah perih
berbinar nanah, akibat karatan kata yang mengoyakkan.
Sayatannya tertahan,
membiarkan beku mencairkan guritan kegalauan.
Hancur
berkeping-keping, meratakan asa, merobohkan perasaan.
Sakit tak terlihat, dentuman
nista nan terkutuk hanya bersimbah bersama angin.
Deretan kawanan domba
berjajar rapi, menunjukan kepiawaian dalam senyuman.
Tapi, mata sembab
membiru menampakkan kemunafikan kehidupan.
Kau, hanya perasaan
terlihat maka kau berbeda,
Dan kau, tak buang
bersama milyaran kaummu ternyata sama.
Aku, begitu juga
sebaliknya.
Karna kau, kelak mengerti
saat merasakan hari yang kan kita jamah.
Disini ada luka, masih
kau...!!!
Masih kau yang
menambahkan lukanya.
Dan makin jelas terasa,
bahkan dikedalaman 100.000 km.
Kemudian aku lari,
teringatku hingga mencapai ketinggian 2000 kaki mencarimu,
Terdampar
menghempaskanku, kemudian menyesal karna tipu muslihat.
Hingga saat ini aku
sendiri BODOHNYA tetap masih KAU, bersama kejutan luka perih, yang belum kau
rasa.
Berharap waktu berlalu,
menambah alasan ‘tuk secepatnya meninggalkan tempat terkutuk ini, lalu pergi
sejauh mungkin melupakan kau bersama luka...!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar