Noviemi Nina Dewanty Pandia

Noviemi Nina Dewanty Pandia

Selasa, 27 Maret 2012

Namaku "NINA"

Terkadang aku malu mengakui kehidupanku yang sudah 23 tahun dengan kumpulan nama tanpa kuketahui artinya.
“Noviemi Nina Dewanty Pandia”, yang akhirnya kuketahui adalah sebuah gelar keturunan dan tiga terdepan kosong kurasa.
Aku selalu menebak-nebak namaku yang sepertinya memang tak menyirat arti penting.

Aku sebut saja “Nina”, karna dari kecil nama itu yang mereka disekitarku memanggil dan terdengar lebih familiar ditelingaku.
Secara sadar kuketahui dahulunya setiap tanggal 14 November selama 16 tahun kulewati dengan cahaya lilin bersama yang kusebut kesempurnaan dalam hidupku, mungkin inilah arti “Noviemi” yang sejak umur 6 tahun aku membaca keterangan 14 November 1988 sebagai tanggal kelahiranku.

“Nina”, selama mengecap bangku pendidikan mereka memanggilku dari penggalan nama “Noviemi” karna itu adalah nama terdepanku, sehingga aku merasa seperti kodok yang kadang dipanggil katak tapi sama saja wujudnya adalah binatang pelompat pemanggil hujan.

“Dewanty”, apa itu?! Bukan karna pulau Dewata, atau aku titisan darah Dewa, tapi aku juga tidak pernah tahu-menahu dari mana asal muasal nama tersebut diberikan kepadaku.

“Nina”, mungkin dari sebuah nyanyian agar aku terlelap dari tangisanku.
kisahnya dulu setelah dilahirkan aku selalu menangis, bersuara hanya untuk menangis tanpa kutahu apa saat itu aku sudah mampu memproduksi air mata? Yang kutahu mereka hanya berkata umur 3 hari aku sudah diberi bubur untuk mengkatupkan bibirku dari pecah tangis ketakutan, takut karna Arwah Mamah dari Mommyku, sebut saja Nenek terus mengajakku bermain.
Mungkin karna aku anak pertama dari Mommyku, yang kata mereka adalah cucu dari Putri kesayangan Kakekku, hingga mereka yang disebut “Orang Pintar” mengusirnya dengan secangkir kopi hitam hangat.
Mungkin, itu juga salah satu sebab mengapa aku menjadi pecinta minuman berkafein.

Aku tahu semua kumpulan namaku adalah pemberian dari Daddyku, tapi Daddyku tidak pernah memberitahuku akan artinya.
Aku pernah bertanya pada Daddyku “Dad, apa arti semua namaku...?!”
Tanpa kutemukan artinya beliau hanya menjawab “itu adalah kumpulan nama orang.”
Aku yang masih penasaran terus menerka-nerka, “Orang siapa? Apakah orang itu hebat? Atau itu kumpulan nama mantan-mantan Daddyku?”, Sepertinya itu sebuah misteri yang malunya tak bisa kupecahkan.

Baru saja aku selesai membaca sinopsis episode ke-13 serial drama korea “The Greatest Love” dari sebuah blog yang kusearch di google, aku menemukan sisi balik dari sebuah cerita tentang namaku: “Nina”
Disana, terdapat sebuah komik yang berjudul “Petualangan Ajaib Paulus”, yang menceritakan seorang anak bernama Paulus dan bagaimana ia menyelamatkan Nina dari raja jahat negeri asing. Dia duduk di mobil ajaib bahkan membawa penolong. “Apa ada yang tahu tentang cerita itu...?!”

Sedikit kutipan cerita,
“Paulus ingin menyelamatkan Nina yang sedang menangis, Paulus dengan berani berlari ke sisinya, tapi waktunya selalu salah dan raja jahat lah yang telah menangkap Nina. Tapi, ada satu kali ketika Paulus berhasil meraih tangannya dan akhirnya menyelamatkannya. Tapi Nina mengatakan raja yang jahat terlalu menyedihkan jadi dia melepaskan tangan Paulus,  dia meninggalkannya dan kembali ke dimensi yang aneh. Bahkan jika Paulus pergi ke raja yang jahat dan meminta dia untuk membiarkan Nina pergi, Nina mengatakan ia sangat senang disana sekarang, dan tidak perlu siapapun untuk menyelamatkannya.”

Sedikit bermain dengan perasaan, aku merasa namaku terlalu mengandung arti kesedihan. Sayang, Mommyku sudah tidur dengan kehidupan baiknya diatas sana. Seandainya keingin-tahuanku tidak terlambat, aku ingin bertanya kepadanya saja. Andai saat ini aku diberi kesempatan untuk bertemu dengannya, mungkin aku akan bertanya dan mendengarkan jawaban keingin-tahuanku ,sambil membaringkan kepalaku dan membiarkan rambutku dibelai lembut kehangatannya.
“Nina”, saat ini biarlah hanya mengandung arti “Katanya” dalam asal dari akhir namaku. Tapi esok, “Nina” biarlah kutemukan adalah “Pengharapan” menurut kehidupanku.

Tidak ada komentar: