Noviemi Nina Dewanty Pandia

Noviemi Nina Dewanty Pandia

Kamis, 20 September 2012

Rindu Ini...

Ini hati, berbayang nama yang tak terlihat.
Ada sakit tertahan, yang sengaja kugores di hati.
Semakin perih, dadaku nyeri diterjang ombak.
Ini ingatan lalu-lalang setiap hari, terlalu menganggu.
Ada rindu, entah aku tak tahu milik siapa..??

Aku terhempas, seakan jatuh dipersudutan kelam.
Mataku bermuram dengan lembah perlinangan.
Seperti ranting kering, rapuh bermandi bius rasa.
Perih, aku tertatih dengan jatung seakan lupa berdetak.
Bagaimana bisa melupa, saat kutemukan rindu masih mencari.

Dan air mata kembali basah diperaduan, membuatku terlihat bodoh lagi dan lagi.
Kau, tanpa inisial sebuah nama.
Hari ini, semalam, dan sebelumnya, Aku ingat untuk melupakan.
Sekarang walau telah berakhir,
Rindu ini, tetap masih ada. Untukmu...

Kenangan itu, aku seperti lupa pada padang rumput kuberpijak.
Rasa ini mengendalikan ketidakwarasanku, rasioku sudah tak berlogika lagi.
Aku, seperti apa rindu ini?! Mati sudah termakan perasaan.
Iya, aku sedang tidak sehat...

Tidak ada komentar: