Ini hati, berbayang nama
yang tak terlihat.
Ada sakit tertahan, yang
sengaja kugores di hati.
Semakin perih, dadaku nyeri diterjang ombak.
Ini ingatan lalu-lalang
setiap hari, terlalu menganggu.
Ada rindu, entah aku tak
tahu milik siapa..??
Aku terhempas, seakan jatuh
dipersudutan kelam.
Mataku bermuram dengan lembah perlinangan.
Seperti ranting kering, rapuh bermandi bius rasa.
Perih, aku tertatih dengan jatung seakan lupa berdetak.
Bagaimana bisa melupa, saat kutemukan rindu masih mencari.
Mataku bermuram dengan lembah perlinangan.
Seperti ranting kering, rapuh bermandi bius rasa.
Perih, aku tertatih dengan jatung seakan lupa berdetak.
Bagaimana bisa melupa, saat kutemukan rindu masih mencari.
Dan air mata kembali basah diperaduan, membuatku terlihat
bodoh lagi dan lagi.
Kau, tanpa inisial sebuah nama.
Hari ini, semalam, dan sebelumnya, Aku ingat untuk
melupakan.
Sekarang walau telah berakhir,
Rindu ini, tetap masih ada. Untukmu...
Kenangan itu, aku
seperti lupa pada padang rumput kuberpijak.
Rasa ini mengendalikan
ketidakwarasanku, rasioku sudah tak berlogika lagi.
Aku, seperti apa rindu
ini?! Mati
sudah termakan perasaan.
Iya, aku
sedang tidak sehat...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar