Berbayang samar dalam ingatanku, tapi jelas terasa menusuk perasaanku.
Hitam bersama pekat, semakin menghitam tanpa merah.
Berlahan, membiarkan tangis mengering tanpa air mata.
Kau, jauh sebelum aku mengenalmu.Hati ini sudah memilih lari mengejarmu.
Merasakan setiap langkah angin dalam dekapan nafasmu,
Walau bimbang ragu mengapai anganku.
Kenangan itu, sedikit memudar jauh kuraih.
Belum kutemukan, hening kumenanti.
Seperti rajutan, memulai detik menentukan pagi.
Meninggalkan sisa remah bakar kehidupan.
Aku, dan siapapun engkau yang selalu menghantui kesendirianku.
Aku masih menunggu, bertahan dan mencoba berpaling bersama waktu.
Berharap, bukan untuk melupakanmu.
Hanya sekedar menghilangkan bulir-bulir rasa kesendirianku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar